MAN 1 Kebumen Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta Melalui Proyek Mansa Green Harmony
MAN 1 Kebumen Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta Melalui Proyek Mansa Green Harmony

 Umum

 Adinila Budiyadi

KEBUMEN – Pasca meraih predikat bergengsi sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2025, MAN 1 Kebumen terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui sosialisasi program kokurikuler bertajuk “Mansa Green Harmony” yang diikuti oleh ratusan siswa kelas X di GOR MAN 1 Kebumen pada Sabtu siang (17/1/2026). Program ini merupakan implementasi nyata dari Kurikulum Berbasis Cinta yang mengusung pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam) sebagai keunggulan madrasah tersebut.

Hadir sebagai narasumber utama, Ibu Yulia Widowati, yang juga fasilitator kokurikuler, memberikan pemaparan yang sangat aplikatif dengan menunjukkan secara langsung alat, bahan, hingga contoh nyata produk kepada para murid. Dalam paparannya, beliau menjelaskan empat fokus utama dalam program ini, yaitu pembuatan pot tanaman estetis dari daur ulang sampah plastik, budidaya tanaman Apotek Hidup dan Warung Hidup, pengolahan hasil panen menjadi produk bermanfaat, hingga penyusunan laporan tertulis sebagai dokumentasi hasil belajar murid.

"Mansa Green Harmony bukan sekadar teori, melainkan wujud cinta kita kepada alam. Kita belajar mulai dari mengubah limbah menjadi wadah kehidupan, mengelolanya secara organik, hingga mampu mengolah hasil panen, dan mempertanggungjawabkannya dalam bentuk laporan," ujar Ibu Yulia di hadapan para murid.

Melalui pendekatan pembelajaran mendalam ini, para murid tidak hanya diajak memahami teori, tetapi terjun langsung dalam praktik pembuatan pot, penyiapan media tanam, hingga proses penyemaian bibit. Mereka juga berkesempatan melihat langsung hasil panen sebagai gambaran utuh dari keberhasilan konsep Apotek Hidup dan Warung Hidup. Pembelajaran didesain secara komprehensif melalui praktik langsung (hands-on learning) yang mencakup seluruh siklus pertanian organik. Untuk membangkitkan semangat, Ibu Yulia juga mengajak siswa menyanyikan lagu "Mansa Green Harmony" yang diciptakan khusus untuk membangun ikatan emosional murid terhadap lingkungan.

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh  didik murid, salah satunya Andien dari kelas X.10. Ia mengaku senang karena materi yang disampaikan sangat relevan dengan hobi barunya menanam bibit tanaman di rumah. Respon positif ini sejalan dengan harapan madrasah untuk menjadikan pembelajaran lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup murid, bukan sekadar beban akademik.

Plt. Kepala MAN 1 Kebumen, Ibu Siti Fathurohmah, M.Pd.I., turut mengapresiasi inovasi ini sebagai langkah nyata mempertahankan marwah MAN 1 Kebumen sebagai Sekolah Adiwiyata. Beliau menyoroti penggunaan peraga nyata dan lagu sebagai stimulus untuk memotivasi murid agar belajar dengan penuh kesadaran dan kegembiraan. "Anak-anak jadi belajar dengan cara yang mudah dipahami dan asik. Ini persis seperti esensi pendekatan deep learning yang kita harapkan," jelasnya.

Melalui sosialisasi ini, MAN 1 Kebumen berharap murid d kelas X tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan nurani dalam menjaga keharmonisan alam. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa status Sekolah Adiwiyata Nasional yang diraih pada 2025 terus dihidupkan melalui inovasi pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. (hsn)